"Apa kau merasa lelah?"
"Ya, aku lelah..harus berdiri di sini"
"Kenapa tidak beranjak?"
"Karena kau tidak mengajakku.."
"Apa perlu?"
"Mungkin..."
"Mungkin apa?"
"Ah..kau ini pura-pura tidak tahu apa tidak mau tahu"
"Jujur, aku capek harus di sini..kapan kita pergi?"
"Ke mana?"
"Ke mana saja, asal kau suka"
"Ke bulan?"
"Boleh"
"Ke Mesir?"
"Untuk apa?"
"Lihat mumi..dan peninggalan jaman dulu"
"Tertarik.."
"Lantas?"
"Lantas?"
"Ya, lantas..kapan kita pergi?"
"Sabarlah...aku sedang menunggu hujan"
"Hujan kok ditunggu."
"Apa aku harus menunggu kau?"
"Iya, kau harus menungguku..yang sabar dengan penuh keikhlasan"
"Sampai aku tua..?"
"Kalau perlu"
"Tidak! aku tidak mau. ayahku pasti akan bingung. kenapa anak gadisnya tak kunjung pergi dari rumah. jatah makan malam sudah habis buat adik. ayah ingin aku cepat pergi agar ia tidak repot lagi"
"Kalau ibu?"
"Sama..ibu juga ingin aku pergi"
"Adik?"
"Sama.."
"sama.... ?"
"Ya, semua sama ingin aku pergi. mereka sudah bosan denganku. rumah terlalu sesak untuk lima orang. aku harus segera pergi. kau tak mau ikut?"
"Ingin..tapi bekal belum cukup.."
"Tenang..ayah dan ibu telah memberi kita bekal"
"Apa?"
"Doa"
"Doa?"
"Ya, doa dari orang tua. itulah yang penting..dan restu juga tentunya..."
"Lalu..ayo kita pergi..kereta sudah dekat..dan hujan semakin deras..berpegangan tangan..ayo..hati-hati..pegang tanganku erat, jangan sampai lepas..."
rintik hujan membasahi jalan dan lampu kota bercahaya..indahnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar