Senin, 10 Maret 2014

kangen

"Aku hanya kangen, apa tidak boleh?" kata saya.
"Apa?" tanyamu
"Apa kau tak pernah merasakannya?"
"Pernah, bahkan sering..."
"Lalu?"
"Apanya?"
"kangen?"
"Aku hanya kangen pada-Nya? dalam setiap solat dan sujutku. aku kangen pada-Nya."
"Aku juga"
"Kapan kita akan bertemu dengan-Nya?"
"Kapan-kapan bila waktunya telah tiba"
"Kapan?"
"Aku juga tidak tahu. namun, kita harus yakin bahwa kita akan bertemu dengannya. "
"Kau yakin?"
"Ya, aku yakin..tapi aku juga kangen padamu?"
"Betul?"
"Ya,  kau betul tidak peka"
"Ya, maaf..aku tidak tahu."
"Seharunya kau peka....seharusnya kau balas sms-ku..seharusnya kau tahu..seharusnya.."
"seharusnya?"
"Iya, seharusnya..kau tahu bahwa aku sangat kangen kau..."
"Baiklah, sekarang kita sudah bertemu..lalu?"
"lalu? lalu lagi?"
"Kejamnya diri kau..."
"Aku tidak kejam..aku hanya tidak tahu bagaimana mengatakannya..aku juga rindu kau..sangat rindu.."
"Bahkan lebih rindu dari aku?"
"Iya, lebih rindu dari kau.."
"Yakin?"
"Yakin.."
"SUmpah?
"SUmpah..sumpah..sumpahhhh..sumpah"
"Baiklah..kalau begitu kita harus tetap bersama sambil menunggu-Nya"
"Kau mau denganku..?"
"Ya, tidak ada pilihan lain..."
"terpaksa?"
"Tidak..tidak..tidaklah...karena kita adalah kumbang dan bunga yang tidak boleh terpisah..."
"Janji..ya.."
"Janji.."
"Seiya sekata.."
"Seia sekata"







Tidak ada komentar: