Selasa, 08 April 2014

sepenggal Babak Bangun Pagi...

"Senyum kita adalah tanda tanya."
"Kau mulai mengigau...bangunlh..hari sudah mulai siang..raja siang sudah siap pergi ke kantor.."
"Alah..dia baru mandi.."
"lihatlah di sana..dia sudah mulai pakai dasi..rambutnya sudah disisir rapi.."
"Ahh..tapi aku masih malas...aku belum siap beranjak dari tempat tidurku.."
"Jangan malas..jangan jadi pemalas..badan harus segera ditegakkan biar kita bisa makan..."
"Ayolah..segera bergegas..."
"aku sudah bosan bangun pagi...aku ingin bangun lebih siang...aku ingin sang raja marah padaku.selama ini  dia tidak pernah marah. ia hanya tersenyum dan terus  tersenyum.."
"Kau sudah bosan hidup rasanya?"
"Bukannya begitu, sekali ini saja biarkan saya tidur lebih lama..saya takut besok tidak bisa tidur lagi..karena sang waktu telah berhenti"
"Janganlah kau berkata  bergitu...meskipun hari akan segera berakhir kita harus tetap bekerja..jangan putus asa..Tuhan tidak suka itu"
"Tuhan? Tuhan katamu? di mana Tuhan..saya tidak bisa melihatnya di sini.."
"Kau semakin lancang..sungguh berani benar kau mengatakan begitu.."
"saya hanya sedikit khilaf..jangan kau marahi saya.."
"Habis...kau sunguh terlalu...kau berani pada Tuhan"
"Apa kua kira saya sebenarnya tidak takut pada Tuhan..? saya sangat...saya takut Tuhan akan memasukkanku ke neraka. saya takut..."
"Jadi, kalau kau takut Tuhan..cepatlah bangun...bangun...sang jago sudah bertengger dan dia juga sudah pergi ke kantor jam 5 tadi..."
"Itukan memang tugasnya..."
"Ah..kau semakin banyak omong...pergi sana! kau mengganggu kenikmatan tidurku..lebih baik kau ganggu saja para koruptor itu...ambil dan gasak saja semua harta mereka..!
"Kalau mereka kelaparan?"
"Ya, itu urusan mereka..sudah pergi..biarkan mata saya terlelap sejenak..ia harus istirahat..karena sejak kemarin matanya belum istirahat..ia terlalu lelah melihat kenyataan dan kejahatan di dunia ini. sungguh..ijinkan mata saya untuk tidur...ia juga punya hak seperti kau..."
"Sudah saya peringatkan, bangunlah..banjir sudah datang..tsunami juga sudah datang...tanah longsor dan bermacam-macam bencana alam sudah pada datang...kau mau tetap di sini? di tempat busuk ini..?"
"jangan main-main kata saya...itu sudah terjadi,,tidak mungkin akan kembali lagi...jangan mengacau kau Bung,,,"
"tidan, Bung..saya tidak mengacau, tetapi mereka yang mengacau..."
(SUARA KENTONGAN DI MANA-MANA..ORANG-ORANG BERTERIAK..."BANJIR..TANAH LONGSOR..KEBAKARAN..JEMBALITAN...COBLOSAN....AYO..SERBU.....
"masih subuh, BUng...jangan teriak...nanti dikira maling.."
"....?????"
"eitttt...belum subuh..masih sore ini...'
"aduhhhhh/...ternyata masih malam,,"
"mengigau semua..edan semua...."
(semakin malam..semakin pagi..semakin sayuuuu")






Tidak ada komentar: