"huh...sebenarnya saya tidak mau alay alias lebay..tapi...mau gimana lagi..."
"Lha kenapa tho?"
"Berapa tahun..? bayangkan saja,...bertahun-tahun..sampe jadi panuan..sampe jadi akar...mengakar dalam hati saya yang paling dalam.."
"Iya, kenapa?"
"Pokoknya gitu.."
"Ah, kamu sudah gila..stresss..."
"Saya memang sudah stress gara-gara kamu..."
"Gara-gara saya?"
"Ya, gara-gara kamu..kamu tidak tahu diri, kenapa kamu selalu nongol di hati saya..setiap hari..memangnya saya ini tukang parkir..? sehingga kamu selalu parkir di hati saya.."
"Hmmmmm.."
"kok cuma hmmmm...?"
"Ya, saya tidak tahu,,g bilang sih,,..!!"
"Memang saya wanita apaan...? saya masih punya adat dan itu harus saya pegang terus.."
"Tapi, agama tidak melarang..?""
"agama memang tidak melarang, tetapi hati saya yang melarang....karena itu, saya tidak tahan..tapi, susah rasanya mau bilang..kalao saya sangat sayang..sangat sayang, bahkan di dalam doa-doa saya..saya selalu berdoa pada Tuhan semoga kau jadi orang yang lebih baik dan berjodoh dengan saya...saya sampai menangis jika ingat kau.. apakah saya kurang romantis..setiap hati saya mengatakan bahwa saya harus bilang kalau saya love you so much...tapi apa pantas kau dapat cinta suci dan sejati saya?"
"Cinta sejati kau bilang?"
"iya, cinta sejati..cinta sejati sampai akhirat..saya mau bilang saya ingin menjadi bidadari surgamu..."
"Waw..."
"Waw...? waw..? oh..sangat menyebalkan....kau tahu..betapa besarnya saya..sampai kurus badan saya..sampai orang-orang mengira saya tidak pernah makan..padahal harta saya cukup untuk membeli makan di restoran mahal..dan kau bilang wawwww? sungguh terlalu..sedih hati saya mendengarnya....Dan, setiap kali ada laki-laki yang melamar saya..hati saya menolak,,dan bibirpun tak bisa menahannya untuk bilang..'tidak,.maaf...saya belum bisa..' betapa menyesalnya hati saya mengatakan hal itu..saya ingin segera menimang bayi mungil yang akan menjadi pelita dan pelipur lara...kau tak tahu perasaan saya...bisakah kau tahu tanpa saya duluan yang harus mengatakannya? bisakah? saya ingin sekali tahu kabar kau di sana..apakah kau sudah sulat..apakah kau makan dengan baik...apakah kau bekerja dengan baik...apakah kau..bahagia?..apa yang ingin saya harapkan kecuali kebahagian kau....kalau kita tidak bisa bersama mengapa kau masih sendiri? itu membuat saya ingin dekat dengan kau..menikahlah...kalau memang kita tidak bisa bersama..kalau hati saya remuk itu hanya sebentar...saya yakin saya akan baik-baik saja..."
"Lantas?"
"Lantas..? beranikah kau mengarungi hari-hari terkhir di dunia ini bersama? bergandengan tangan dan berjabat tangan..dan akhirnya kita dipertemukan di surga sebagai pasangan abadi?"
"hmmmm...(diam..).."
"lagi-lagi kau hanya diammm..diammmm..diammmm dan menghilang...sampai kapan????,,sampai umur di ujung ubun-ubun?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar