welll..so..temen saya bilang desa saya nggak ada mi ayam...ya..ya..ada benernya, tapi nggak juga kali
bukan masalah ada atau nggak, masalahnya kalau ada yang jualan laku nggak?
soalnya warga desa saya tuh, biasa aja,,,biarlah makan apa aja, yang penting kalau njagong punya baju bagus dan perhiasan bagus, n terlihat cantik..
waww
btw ya hidup memang harus dinikmati
terserah aja orang bilang apa
yang penting asoy pakde..
hohhhhh..
atau cerita lagi
ini soal adik dan emak saya
emak saya bilang, "Tadi malam, bapakmu ngimpi. ngimpi membuat rumah. lha ya benar, dulu pernah mimpi kaya gitu. katanya kalau ngimpi buat rumah itu ada saudaranya yang mau menikah. mungkin itu kamu, Nduk'
saya cuma cengar-cengir saja
lalu emak saya bilang juga, "Tadi sebelum kamu pulang, emak sempat cerita ngalur ngidul sama adikmu ini"
terus adik saya bilang, "Iya mbk, ntar kalau kamu nikah yang masak Lek Yati saja, terus yang masak nasi Wo Amin, yang isah-isah Lek Siti. trataknya satu saja, nggak usah banyak, kyainya Lek Kasan atau Lek Khamid saja. terus yang diundang nggak usah banyak-banyak, tiga ratus orang saja. dan yang terakhir saudara sesepuh pinisepuh diundang setelah semuanya beres. kenapa? kalau mereka ikut campur malah nggak jadi beres, malah semprawut, lak yo bigu Mak?"
saya masih cengar-cengir sendiri.
lantas saya bilang lagi sama adik saya, "Ya, kamu itu sebagai adik harus mendoakan mbakyumu ini, semoga ndang ketemu jodone"
"Wo, yo terus, setiap saya solat, siapa yang tidak saya doakan selain mbkku ini, semoga cepak jodone"
Emak saya dan adik saya sudah pengen punya kakak ipar..
he..ha,,,ternyata adik n emak gue udah nyiapin semuanya termasuk cadangan beras kalau saya nikah nanti
gila ngga tuh...
tapi nggak gila amat karena mereka sudah menatikan yang namanya calon menantu dan itu bikin saya agak terbebani. ya kalau yang mereka harapkan itu sesuai dengan yang diinginkan kalau tidak?
welll..birkan saja waktu mengalir bagai alir..terus mengalir dan Tuhan yang akan menentukan arahnya..
di mana dan kapan..
n keep smile
ini cuma cerita
inget cerita lagi, tadi siang saya baru saja makan mi ayam..mantap, maknyus..
ada lagi, mi ayam di Pasar Suruh..di sebelah timur pasar, woyyys..mantap, maknyus...pokokmen..mantaBBBBB
kalau pulang, boleh mampir..
sekali dua kali..tiga kali..dan seterusnya sampai titik darah penghabisan..
mati satu tumbuh seribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar