aku takut ketika tak bisa melihatmu lagi. terkadang memalukan juga jika membaca tulisan ini. jadi, terpaksa aku menyimpannya untuk diriku sendiri karena aku terlalu malu untuk membacanya. mungkin aku tidak sadar atau bahkan terlampau sadar ketika menuliskannya. jujur, aku takut tidak bisa melihatmu lagi dan ketika aku melihatmu aku semakin takut tidak bisa dan tidak bisa lagi. hatiku sakit dan lebih sakit lagi ketika melihat kau menjadi orang gagal. ingin sekali ketika lebaran ini aku bisa mengajakmu ke rumah untuk kuperkenalkan dengan orang tuaku. namun, sepertinya itu hanya omong kosong dan khayalan.
kau tahu, ketika ada yang lain, aku ingin menghapus jejakmu karena hanya mengingatku begitu sakit. aku ingin menghapusmu karena aku sudah lelah untuk menunggumu. berapa waktu lagi yang harus aku gunakan untuk menunggu dan menunggu lagi. butuh berapa tahun lagi? apakah tujuh tahun kurang laama? dan sekarang sudah hampir delapan tahun. aku menertawai diriku sendiri. bodohnya aku...hahhhh..menertawai kesedihanku dan ketololanku karena menunggu orang yang tak mau tahu dan tak peduli padaku. haaaahahahhhhha...seperti kisah pada novel-novel yang belum ada ujungnya..
hingga bulan puasa ini aku akan lebih berusaha dan proses ini mungkin akan menjadi ikhtiarku yang terakhir. selanjutnya aku hanya akan berpijak pada sesorang lain yang sedang menungguku di sudut yang lain lagi dan maafkan aku karena tidak bisa menunggu lebih lama lagi...
tapi, apakah bisa? entahlah..
setiap aku ingin mencari jalan lain, semakin sakit yang kurasakan..
dan, aku masih berharap sms atu telpon darimu..dan khayalan serta mimpi indahku yang tak pernah terwujud...
apakah kau juga merasakan yang sama...?
tapi, ketika aku bisa melihatmu dengan yang kau sayangi mungkin itu lebih baik dan sakit akan berlalu lebih cepat..barangkali...
yang jelas, sampai detik ini aku tidak bisa berbohong..
that bla bla bla bla...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar