Sabtu, 20 Desember 2008

nyanyian buat ayah

raut mukamu terlihat begitu tua. senja telah tiba dan masiih banyak tugas yang belum diselesaikan. pundakmu telah melemah, namun semangat maju tak pernah gentar. ada beberapa anak yang meski kau besarkan, sementara uban telah tumbuh di kepala. senyum kaku, namun penuh ketulusan.
ayah, semenjak aku ditakdirkan jadi anakmu, syukur aku ucap.
ayah, terima kasih karena telah memberi hdup baru buat kami anak-anakmu
kami tak kan mengecewakanmu

Tidak ada komentar: